Untuk pertama kalinya Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera dan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indoensia (PSHK) memberikan pelatihan tentang penelitian dan advokasi kebijakan kepada lembaga Judicial System Monitoring Programme (JSMP) Timor Leste. Pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari, pada tanggal 2 – 4 Mei 2018 yang diikuti oleh enam orang.

 

Pada sesi pembukaan, Mulki Shader menyampaikan pemaparan perkenalan lembaga, dilanjutkan dengan sesi Penelitian Sektor Legislatif, diskusi/tanya jawab dan simulasi penugasan. Selama pelatihan, para peserta dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing memperkenalkan kekuatan kelompoknya dengan presentasi yang menarik dan juga kreatif.

 

Sesi dilanjutkan dengan tema penelitian sektor peradilan yang disampaikan oleh Eryanto Nugroho. Diawal presentasi, Eryanto mengajak peserta untuk memahami proses legislasi di Indonesia yang terdiri dari tahapan perencanaan, penyusunan/persiapan, pembahasan, pengesahan dan pengundangan.
Pada hari berikutnya, M. Nur Sholikin, menjelaskan tentang Advokasi dan Monitoring Legislasi/Peradilan. Dalam pemaparannya, para peserta diajak membahas tentang langkah-langkah advokasi kebijakan yang selama ini sudah pernah dilakukan.Peserta juga diajak berdiskusi mengenai advokasi kebijakan yang tepat dan efektif menurut para peserta. Di hari terakhir, terdapat sharing session bagi para peserta untuk refleksi tentang materi dan proses pelaksanaan pelatihan. Sebagai penutup, terdapat pemutaran video photostory selama kegiatan berlangsung dan pembagian sertifikat pelatihan.

Shared