Search
BERITA

[22 Dec 2011 11:17:00]
Jumlah RUU di Prolegnas 2012 Terlalu Banyak

KBR68H, Jakarta – Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) menilai target 64 Rancangan Undang-Undang yang masuk dalam Program Legislasi Nasional tahun depan terlalu banyak. Pada 2010, DPR hanya mampu mengesahkan 16 UU dan tahun ini hanya 24 UU. Direktur Monitoring, Advokasi, dan Jaringan PSHK Ronald Rofiandri mengatakan, idealnya RUU yang dibahas dalam Prolegnas maksimal 30 RUU. Menurut dia, DPR seharusnya tidak lagi mengejar kuantitas dalam Proglenas melainkan kualitas dari RUU yang akan dibahas.

“30 RUU itu sebenarnya sudah sempat dikonfirmasi oleh Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional atau BPHN. Kalkukasi 30 itu kan bercermin dari hitung-hitungan beban kerja Kementerian atau lembaga pemerintah dalam mempersiapkan naskah akademik maupun RUU. Maksimal 30 RUU dalam setahun juga cukup mengena dan cocok untuk kerja DPR.”??Direktur Monitoring, Advokasi, dan Jaringan PSHK Ronald Rofiandri menilai, dengan jumlah RUU yang tidak terlalu banyak maka DPR akan bisa menghasilkan UU yang berkualitas. Sebelumnya, DPR menetapkan jumlah RUU yang akan dibahas pada tahun adalah adalah 64 RUU. Jumlah ini turun dibandingkan target tahun ini yaitu 77 RUU.

 

http://www.kbr68h.com/berita/nasional/16746
Terbaru

[15 Feb 2012 13:20:00]
Pendapat Direktur Eksekutif PSHK Ery Nugroho: kekerasan oleh anggota ormas cukup ditindak dengan KUHP
Kekerasan yang dilakukan ormas berkedok agama seakan tidak ada solusinya selain dengan cara membubarkan ormas tersebut. Direktur Eksekutif PSHK Ery Nugroho menyarankan bahwa cukup dengan menindak berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) kepada anggota ormas tersebut, tidak perlu membekukan karena tidak sesuai dengan semangat demokrasi. Berkaitan dengan UU Ormas No 8/1995, wacana yang wajib diusung adalah mencabut UU tersebut dengan UU baru mengenai perkumpulan. Berikut wawancara Ery Nugroho dengan Kantor Berita 68H.

[31 Jan 2012 04:59:00]
Direktur Advokasi dan Monitoring PSHK Ronald Rofiandri: Abraham Dipilih karena Mudah Dikendalikan Partai
Mengomentari terpilihnya Abraham Samad sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Direktur Advokasi dan Monitoring PSHK, Ronald Rofiandri berpendapat karena Samad dianggap lebih mudah dikendalikan oleh partai politik (parpol). Berikut selengkapnya.

[22 Dec 2011 11:22:00]
2012 to Be a Big Year for Indonesian Legislators
Next year is predicted to be an intense year for legislation, since there will be several bills to be completed; namely the anti-graft commission bill, the special status for Yogyakarta and the election bill.

[22 Dec 2011 11:17:00]
Jumlah RUU di Prolegnas 2012 Terlalu Banyak
Target DPR mengesahkan 64 RUU untuk 2012 terlalu banyak; sebaiknya mengejar kualitas ketimbang kuantitas.


Terbitan PSHK
 
| Dari PSHK | Dukung PSHK | Mitra PSHK | Galeri |
Puri Imperium office Plaza UG 11-12 Kuningan Madya - Jakarta Selatan