 |
 | Jentera Edisi Terbaru "Parlemen" Tema Parlemen diambil dari kejadian besar yang tidak mungkin kita kesampingkan pada 2009, yaitu pemilihan umum ketiga pascareformasi. Tentu saja, masyarakat mengharapkan adanya peningkatan dari kualitas proses dan hasil Pemilu dibandingkan dengan Pemilu sebelumnya. Hasil akhir yang diharapkan adalah terbentuknya sistem pemerintahan yang ditopang dengan sistem perwakilan yang demokratis. |
|
 |
 | Telah Terbit Jentera Edisi "Advokat" Advokat, salah satu pilar penegak hukum, tengah mendapat sorotan luas, khususnya di Indonesia. Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) yang mengklaim dirinya sebagai organ tunggal profesi advokat diguncang legitimasi keberadaannya. Sejumlah advokat membuat organisasi tandingan bernama Kongres Advokat Indonesia (KAI). Ada banyak isu yang menjadi pemicu konflik antaradvokat ini. |
|
 |
 | Segera Miliki Jentera "Lingkungan" Jurnal JENTERA edisi kali ini hendak mengupas masalah lingkungan, masalah terbesar yang dihadapi manusia di masa sekarang. Seperti menghadapi masalah sosial lain, hukum memang selalu hadir terlambat karena ia menawarkan solusi yang terkadang utopia. Di isu lingkungan ini, misalnya. UU tentang lingkungan pertama kali baru disahkan awal 1980an. Bandingkan dengan UU yang mempermudah eksploitasi sumberdaya alam yang telah hadir satu setengah dekade sebelumnya. |
|
 |
![Jentera_Mebca_aDan_Lev[2].jpg](http://www.pshk.or.id/uploads/images/Jentera_Mebca_aDan_Lev[2].jpg) | TELAH TERBIT JURNAL JENTERA EDISI KHUSUS
'Membaca Daniel S Lev' Jurnal JENTERA edisi khusus ini berisi delapan artikel yang sebagian besar berisi pembacaan atas pemikiran seorang indonesianis, almarhum Daniel S Lev. Pak Dan—begitu kami menyebutnya—telah mewariskan pemikiran-pemikiran politik dan sejarah hukum yang cukup penting bagi Indonesia. Studinya tentang demokrasi parlementer pada 1950an menjadi karya klasik yang jadi rujukan utama sejarah periode itu. |
|
 |
 | “Aturan Main Politik” Edisi ini menampilkan artikel partai politik lokal, pemilu, dan representasi. Ada juga artikel mengenai organisasi kemasyarakatan hingga pemikiran tentang asas legalitas di masa transisi. |
|
 |
 | Jentera Edisi XV : Birokrasi Memberikan analisis masalah birokrasi dalam kaitannya dengan desentralisasi, globalisasi, serta tawaran solusinya |
|
 |
|
 |
|
 |
 | Jentera Edisi XII : Komisi Negara Menghadirkan tulisan tentang komisi negara independen dilihat dari perspektif kehadiran, ketatanegaraan, dan perbandingan-perbandingannya |
|
 |
 | Jentera Edisi XI : Mahkamah Konstitusi Baru berusia dua setengah tahun, Mahkamah Konstitusi berhasil mendapat apresiasi dari banyak orang. Keberadaannya kian diperkuat melalui sosialisasi yang begitu gencar sebagai upaya membangun kehidupan konstitusionalisme. Di sejumlah perguruan tinggi berdiri pusat-pusat kajian konstitusi dan masalah ketatanegaraan. |
|